Rabu, 20 Mei 2015

INDUSTRIALISASI DI INDONESIA

Konsep dan Tujuan Industrialisasi


Industrialisasi adalah suatu proses perubahan sosial ekonomi yang mengubah sistem pencaharian masyarakat agraris menjadi masyarakat industri. Industrialisasi juga bisa diartikan sebagai suatu keadaan dimana masyarakat berfokus pada ekonomi yang meliputi pekerjaan yang semakin beragam (spesialisasi), gaji, dan penghasilan yang semakin tinggi. Industrialisasi adalah bagian dari proses modernisasi dimana perubahan sosial dan perkembangan ekonomi erat hubungannya dengan inovasi teknologi.
Dalam Industrialisasi ada perubahan filosofi manusia dimana manusia mengubah pandangan lingkungan sosialnya menjadi lebih kepada rasionalitas (tindakan didasarkan atas pertimbangan, efisiensi, dan perhitungan, tidak lagi mengacu kepada moral, emosi, kebiasaan atau tradisi). Menurut para peniliti ada faktor yang menjadi acuan modernisasi industri dan pengembangan perusahaan. Mulai dari lingkungan politik dan hukum yang menguntungkan untuk dunia industri dan perdagangan, bisa juga dengan sumber daya alam yang beragam dan melimpah, dan juga sumber daya manusia yang cenderung rendah biaya, memiliki kemampuan dan bisa beradaptasi dengan pekerjaannya
Negara pertama yang melakukan industrialisasi adalah Inggris ketika terjadi revolusi industri pada abad ke 18.
Pada akhir abad ke 20, Negara di Asia Timur telah menjadi bagian dunia yang paling banyak melakukan industrialisasi
Dalam sejarah pembangunan ekonomi, konsep industrialisasi berawal dari revolusi industry pertama pada pertengahan abad 18 di Inggris dengan penemuan metode baru untuk pemintalan dan penenunan kapas yang menciptakan spesialisasi dalam produksi dan peningkatan produktivitas dari factor produksi yang digunakan. Setelah itu, inovasi dan penemuan baru dalam pengolahan besi dan mesin uap yang mendorong inovasi dalam pembuatan antara lain besi baja, kereta api dan kapal tenaga uap.

Revolusi industry kedua akhir abad 18 dan awal abad 19 dengan berbagai perkembangan teknologi dan inovasi membantu laju industrialisasi. Setelah PD II muncul berbagai teknologi baru seperti produksi masal dengan menggunakan assembly line, tenaga listrik, kendaraan bermotor, penemuan barang sintetis dan revolusi teknologi komunikasi, elektronik, bio, computer dan penggunaan robot.
Tujuan pembangunan industri nasional baik jangka menengah maupun jangka panjang ditujukan untuk mengatasi permasalahan dan kelemahan baik di sektor industri maupun untuk mengatasi permasalahan secara nasional, yaitu :

·         Meningkatkan penyerapan tenaga kerja industri.
·         Meningkatkan ekspor Indonesia dan pember-dayaan pasar dalam negeri.
·         Memberikan sumbangan pertumbuhan yang berarti bagi perekonomian.
·         Mendukung perkembangan sektor infrastruktur.
·         Meningkatkan kemampuan teknologi.
·         Meningkatkan pendalaman struktur industri dan diversifikasi produk.
·         Meningkatkan penyebaran industri.

Prospek perkembangan industri di Indonesia semakin membaik, ini dilihat dari sisi ketenagakerjaan. Berdasarkan survei yang dilakukan terhadap 219 perusahaan responden dari berbagai bidang industri, mengatakan prospek perkembangan dunia kerja di Indonesia pada kuartal ini (Q2 2014) akan semakin baik.
Survei yang dilakukan oleh JobStreet.com menerangkan bahwa 45,6% responden mengatakan prospek perkembangan dunia kerja di Indonesia pada kuartal (Q2 2014) ini akan semakin baik. Sedangkan 47,7% menjawab perkembangan industri perusahaan lebih baik dibandingkan dengan kuartal sebelumnya di perusahaan tempat mereka (responden) bekerja saat ini. Ini dibuktikan dengan adanya peningkatan kegiatan rekrutmen yang semakin membaik, dan diperkirakan ada sekitar 1-5 orang mengikuti seleksi calon karyawan dalam tiga bulan ke depannya.
Ini mengindikasikan bahwa adanya pergerakkan bisnis yang menjanjikan disusul dengan perkembangan industri yang menuju ke arah positif dalam menghadapi AFTA 2015. Dimana industri, terutama industri manufaktur masih banyak membutuhkan tenaga-tenaga ahli yang berkompeten untuk mengisi posisi yang dibutuhkan di industrinya.
Dari 219 perusahaan responden tersebut yang mengikuti kegiatan survei ini adalah mereka yang bekerja di perusahaan dengan industri manufaktur (24,15), trade (16,7%), hotel & restoran (11%), konstruksi (9,2%) dan bisnis servisis (8,6%). Survei yang dilakukan meliputi kegiatan rekrutmen karyawan dan perkembangan industri di tempat mereka bekerja. Sebanyak 35,9% mengatakan kegiatan rekrutmen di perusahaan semakin baik, dan 34,9% mengatakan jumlah rekrutmen sekitar 1-5 orang dalam tiga bulan mendatang.

Sumber Referensi:
·         http://humancapitaljournal.com/perkembangan-industri-di-indonesia-menuju-peningkatan/